




Bapak G, menginginkan huniannya mengusung konsep Arsitektur dengan gaya Industrial.
Konsep arsitektur industrial adalah gaya desain yang terinspirasi dari bangunan industri, yang menonjolkan material mentah dan elemen-elemen “apa adanya”. Ciri khasnya meliputi penggunaan material seperti beton, batu bata ekspos, baja, dan kayu kasar, serta saluran pipa dan kabel yang terekspos. Konsep ini menciptakan kesan maskulin, unik, dan minimalis.
Ciri-ciri Arsitektur Industrial:
Material Mentah:
Penggunaan material seperti beton, batu bata, baja, dan kayu tanpa finishing yang berlebihan, menonjolkan tekstur alaminya.
Ekspos:
Saluran pipa, kabel, dan elemen struktural bangunan sengaja ditonjolkan, tidak ditutupi atau disembunyikan.
Warna Netral:
Palet warna didominasi oleh warna abu-abu, hitam, putih, dan coklat, menciptakan suasana maskulin dan minimalis.
Jendela Besar:
Pencahayaan alami dimaksimalkan dengan penggunaan jendela besar, seringkali dengan posisi yang disesuaikan dengan arah matahari.
Pencahayaan:
Lampu-lampu dengan desain industrial, seperti bohlam dengan kerangka besi, sering digunakan untuk menambah kesan unik.
Furnitur:
Furnitur seringkali terbuat dari kayu kasar, besi, atau kombinasi keduanya, dengan desain yang sederhana dan fungsional.
